MENGUKUR ”KINERJA” GERAKAN SOSIAL

Posted: September 8, 2010 in Sosial

Apa yang digunakan sebagai ukuran dalam menilai maju/mundurnya gerakan sosial?  Kita mesti fokus pada proses interaksi yang dibangun dan terjalin antara organ gerakan kita dan organ yang menjadi target perubahan. Termasuk di dalamnya, aktor-aktor yang relevan dengan agenda perubahan yang menjadi tujuan dari gerakan sosial.

Bagaimana cara mengukurnya? Mengukur tingjkat kesuksesan gerakan sosial bukan persoalan mudah laykanya ukuran matematis. Namun, dalam ruang yang kualitatif sekalipun, perlu disusun ukuran agar kita dapat lebih mudah menilainya. Sebelum memasuki tahapan-tahapan pengukuran , maka penting untuk memperhatikan relasi beberapa faktor, yaitu: (a) karakteristik gerakan sosial; (b) karakteristik target gerakan; (c) karakteristik lingkungan, dan (d) faktor –faktor yang berpengaruh pada bekerjanya berbagai sumber daya yang terlibat.

Tahap-tahap pengukurannya sebagai berikut. Pertama, capaian akses: kesediaan pemerintah/swasyta untuk mendengarkan dan menghiraukan (concern). Kedua, capaian agenda: pemerintah menempatkan agenda “kita” menjadi agenda politik. Ketiga, capaian kebijakan: pemerintah mengadopsi kebijakan baru yang kita desakkan. Keempat, capaian output: pemerintah mengimplementasikan kebijakan baru tersebut. Kelima, capaian impact: kebijakan berdampak pada perbaikan kehidupan kelompok marjinal. Keenam, capaian struktur politik: perubahan stukrutr politik untuk meningkatkan pengaruh gerakan sosial.

Sebagai ruang reflektif, gerakan sosial perlu menunjukkan peran sebagai gerakan ideologis. Visi dan misi yang jelas dan terukur, tidak sebagai penghias demi turunnya segepok dana segar. Perlu kesadaran kritits sebagai sebuah bangunan gerakan yang menghendaki perubahan menuju kehidupan lebih baik bagi masyarakat marjinal yang secara ssadar maupun tidak terjerak dalam sistem yang membuatnya tak dapat berkutik dan makin terpuruk dalam kehidupannya. Gerakan sosial harus mampu berperan pro aktif dengan membangun dan menjalankan sistem atas kesadaran yang utuh, kritis konstruktif serta terpadu. Sebagai sebuah sistem, setiap unsur memiliki kertekaitan. Bahwasannya, gerakan sosial lahir dari masyarakat yang mesti benar-benar memahami kebutuhan dan permasalahan dalam dirinya. Bahasakan persoalan yang terjadi dengan bahasa rakyat, bukan bahasa elit. [fas]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s