SECUIL TENTANG SOSIOLOGI…

Posted: Februari 24, 2010 in Sosial
Tag:, , , , ,

Definisi, Tujuan dan Pokok dari Sosiologi

Setiap individu adalah unik. Seorang manusia akan memiliki perilaku yang berbeda dengan manusia lainnya. Manusia juga saling berhubungan satu sama lainnya dengan melakukan interaksi dan membuat kelompok dalam masyarakat.

Sosiologi berasal dari bahasa yunani yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan/teman dan logos berarti kata atau berbicara. Beberapa definisi mengenai sosiologi, diantaranya menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Sosiologi menurut Emile Durkheim adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. Menurut Roucek dan Warren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. Definisi lainnya, sosiologi menurut William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial. Sosiologi menurut J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammers adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (apllied science). Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkrit. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Sosiologi merupakan pengetahuan yang empiris dan rasional.

Tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Pokok bahasan dari sosiologi sebagai ilmu adalah seperti kenyataan atau fakta sosial, tindakan sosial, khayalan sosiologis serta pengungkapan realitas sosial.

August Comte (1798-1857), bapak sosiologi anggapannya sosiologi terdiri dari dua bagian pokok, yaitu social statics dan social dynamics. Sebagai social statics sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan. Social dynamics meneropong bagaimana lembaga-lembaga tersebut berkembang dan mengalami perkembangan sepanjang masa.

Menurut August Comte, terdapat tiga tahap perkembangan pikiran manusia, yaitu: tahap teologis, ialah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia ini mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang berada di atas manusia; tahap metafisis, pada tahap ini manusia masih percaya bahwa gejala-gejala di dunia ini disebabkan oleh kekuatan- kekuatan yang berada di atas manusia; dan tahap positif, merupakan tahap di mana manusia telah sanggup untuk berpikir secara ilmiah. Pada tahap ini berkembanglah ilmu pengetahuan.

Obyek Sosiologi

Obyek sosiologi adalah masyarakat. Beberapa pengertian tentang masyarakat, yaitu:

  • Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingkah-laku serta kebebasan-kebebasan manusia. yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial. masyarakat selalu berubah (Maclver dan Page).
  • Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas (Ralph Linton).
  • Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan (Selo Soemardjan).

Unsur-Unsur masyarakat

  • Manusia yang hidup bersama. Di dalam Ilmu Sosial tidak ada ukuran mutlak ataupun angka pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. Akan tetapi secara teoretis angka minimnya adalah dua orang yang hidup bersama.
  • Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi, meja dan sebagainya. Oleh karena dengan berkumpulnya manusia akan timbil manusia-manusia baru.
  • Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
  • Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan lainnya.

Sosialisasi

Definisi Sosialisasi Menurut Berger : a process by which a child learns to be a participant member of society proses melalui mana seorang anak belajar

menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat Jacobs (1973: 168-208) mengidentifikasikan empat agen sosialisasi utama:

1. Keluarga

2. Kelompok bermain

3. Media Massa

4. Sistem Pendidikan

Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya.

Gillin mengajukan dua syarat yang harus di penuhi agar suatu interaksi sosial itu mungkin terjadi, yaitu:

1. Adanya kontak sosial (social contact)

2. Adanya komunikasi.

Bentuk-bentuk interaksi sosial:

1. kerjasama (co-operation),

2. persaingan (competition), dan

3. pertentangan atau pertikaian (conflict).

Kelompok Sosial

Kelompok Sosial atau Social Group adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.

Syarat-syarat Kelompok sosial:

  • Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya.
  • Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan lain-lain.
  • Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.

Norma

Untuk membedakan kekuatan mengikat norma-norma tersebut dikenal adanya empat pengertian:

  1. Cara (usage), menunjuk pada suatu bentuk perbuatan
  2. Kebiasaan (folksway) adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama.
  3. Tata kelakukan (mores), merupakan kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur.
  4. Adat-istiadat (customs) adalah tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Bila adat-istiadat dilanggar, maka sanksinya berwujud suatu penderitaan bagi pelanggarnya.

Stratifikasi Sosial

Sistem lapisan di dalam suatu masyarakat dapat bersifat :

  • Tertutup (closed social stratification), membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain, baik yang merupakan gerak ke atas atau ke bawah. Di dalam sistem ini satusatunya jalan untuk menjadi anggota dalam suatu masyarakat adalah kelahiran.
  • Terbuka (open social stratification), setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan, atau, bagi mereka yang tidak beruntung, untuk jatuh dari lapisan yang atas ke lapisan dibawahnya. Pada umumnya sistem terbuka memberi perangsang yang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masyarakat daripada sistem yang tertutup.

Perubahan sosial

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial

Tiga unsur utama perubahan sosial :

1. Faktor alam

2. Faktor teknologi

3. Faktor kebudayaan

Proses Perubahan Sosial

Proses perubahan sosial terdiri dari tiga tahap berurutan :

1. invensi yaitu proses di mana ide-ide baru di-ciptakan dan dikembangkan,

2. difusi, ialah proses di mans ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam Sistem sosial, dan

3. konsekwensi yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunysi akibat. Karena itu perubahan sosial adalah akibat komunikasi sosial.

[Disarikan dari berbagai sumber]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s