KESEJAHTERAAN DI SEKITAR PERTANDINGAN SEPAKBOLA

Posted: Februari 23, 2010 in Ekonomi, sepakbola, Sosial
Tag:, , ,

Apa dampak dari keberadaan klub sepakbola bagi kesejahteraan masyarakat? Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang terjadi di dunia sepakbola Indonesia. Sampel yang saya ambil, sekali lagi adalah klub sepakbola Arema.

Setiap menjelang pertandingan, peluang usaha bagi masyarakat yang bergerak di sektor produksi barang dan jasa. Tiket merupakan salah satu bentuk usaha yang mampu meningkatkan pendapatan klub sepakbola. Arema sebagai salah satu klub sepakbola swasta, yang tidak bergantung pada anggaran pendapatan belanja daerah sangat bergantung pada pendapatan dari tiket pertandingan. Maka sebagai bentuk upaya dukungan nyata, tingginya harga tiket yang dipatok manajemen untuk menonton pertandingan sepakbola Arema, tidak menghalangi niat Aremania untuk tetap menonton. Bahkan mereka dengan sadar menerima kenaikan harga tiket pertandingan selama itu mampu membantu dan membuat Arema tetap bertahan. Krisis finansial yang dihadapi Arema sepeninggal pemilik lama, PT. Bentoel (setelah perusahaan tersebut diakuisisi oleh Philip Moris), melahirkan solidaritas berupa dukungan dalam bentuk iuran sukarela yang digagas Aremania. Begitu besar pengorbanan Aremania bagi Arema agar klub kebanggaannya tetap eksis dan mampu berprestasi di event sepakbola nasional tahunan.

Selain tiket pertandingan, dalam setiap pertandingan seperti menjadi kewajiban atau ”kode etik” untuk menonton pertandingan dengan bearagam atribut berbau Arema yang mesti kenakan. Bagi para penonton atau pendukung Arema yang belum mempunyai asesoris Arema, maka mereka akan mencari toko baju/distro yang menjual atribut Arema. Pada setiap hari H menjelang pertandingan, kita bisa menyaksikan beragam pedagang kaos , syal, topi, boneka singa (simbol klub Arema) berjajar. Masyarakat akan merelakan mengeluarkan uangnya untuk membeli sebagai ”kelengkapan” menonton bola, sekaligus oleh-oleh bila ada rekan atau kerabat yang ingin juga memilikinya. Manajemen Arema tidak memonopoli penjualan merchandise Arema, sehingga para produsen merchandise tetap dapat berpduksi dan menjual produknya tanpa dihantui perasaan takut  melanggar hak paten atau hak cipta. Bagi beberapa distro penjual asesoris Arema berskala menengah sampai besar, mereka menyisihkan 10% dari hasil penjualannya untuk diserahkan pada klub Arema, salah bentuk dukungan yang dilakukan agar Arema tetap eksis.

Kalau kita menilik kedalam stadion saat jelang pertandingan sampai akhir, kita akan melihat banyak pedagang makanan dan minuman menjajakan dagangannya untuk memenuhi kebutuhan akan asupan makanan yang biasanya melanda penonton dan mengatasi problem dehidrasi penonton yang ”setia” berteriak mendukung klubnya dalam bentuk pujian maupun umpatan. Para pedangan kecil dengan modal kecil ini akan menikmati keuntungan saat Arema bertanding. Meski tidak setiap hari Arema bertanding, namun dengan adanya pertandingan sepakbola, maka keuntungan dari penjulaan makanan dan aminuman akan menjadi kenikmatan dan rasa syukur mereka. Belum lagi para pedangang di luar stadion yang menawarkan berbagai makanan dan minuman dengan harga relatif murah.

Bagaimana dengan sektor jasa? Kita bisa menengok jasa tukang parkir yang bertugas mengatur sepeda motor dan mobil dari para penonton yang akan menyaksikan pertandingan. Sektor jasa lain yang mengambil keuntungan dari event pertandingan namun juga menjadi masalah ”klasik” di sepakbola Indonesia, adalah calo tiket. Calo tiket merupakan bagian dari sektor yang mengambil untung namun juga menjadi masalah bagi sebagian para penonton. Keberadaan calo yang menjual tiket dengan harga ”tidak resmi” karena diatas harga normal merupakan sesuatu yang sepertinya perlu dipikirkan solusinya. Belajar dari kejadian saat Arema melawan Persebaya (21 Februari 2010), calon penonton yang belum mendapatkan tiket mesti menghadapi kekecewaan ketika mereka telah berusaha mengantri sejak pagi hari (dimana pertandingan baru berlangsung malam hari) dan mendapati tiket telah habis terjual. Rumor yang beredar, para calo tiket telah membeli. Artinya, panitia pelaksana telah ”menyerahkan” sebagian tiket kepada para calo untuk menjualnya kembali, tentu dengan harga tinggi.

Mengingat pertandingan ini merupakan Big Match sekaligus pertandingan klasik dengan memanfaatkan ”perseteruan abadi” Arema versus Persebaya. Saya pun  berpikir, jika Arema dan Persebaya ”dikondisikan” seperti ketika Arema menghadapi klub lain, mungkin harga tiket tidak akan melambung tinggi. Namun, jika tidak ada nuansa ”perseteruan” mungkin pertandingan juga tidak akan semenarik dan seramai ini. Anda bisa membayangkan, bagaimana stadion yang penuh dengan penonton dimana di luar stadion masih ada beribu penonton yang tidak dapat masuk karena tiket habis (meski dijual dengan harga tinggi) yang sebenarnya siap pula menghadapi resiko membeli tiket dengan harga tinggi karena peran para calo. Sepertinya, kita perlu memikirkan solusi untuk mengatasi peran calon tanpa mengorbankan antusiasme para penonton dan usaha meraih untung yang dilakukan oleh para calo tiket.

Dari sekian banyak elemen yang diuntungkan dengan adanya pertandingan, kita perlu juga memikirkan problem yang selalu hadir dalam setiap laga, kemacetan lalu lintas yang terjadi. Umumnya kemacetan terjadi saat selesai pertandingan. Bergeraknya para penonton untuk kembali ke ”habitat” mereka kerap diiringi pula dengan berkendara beriringan yang dapat menyebabkan kemacetan, aksi ”menguasai” jalan raya membuat para pengguna jalan lainnya mesti mengalah untuk sementara waktu memberi kesempatan para suporter mengekspresikan kegembiaraan atau juga kekecewaan di jalanan. Syukur bila para pengguna jalan bisa memaklumi aksi yang tidak terjadi setaip hari ini. Kesadaran dan kedewasaan menjadi kunci kita bersama dalam memaknai dinamika suporter dan dukungannya. [ferry-meneerlondho]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s