FANATISME SUPORTER BOLA: MENEMBUS BATAS NALAR (Cerita dari Tour Aremania Jogjakarta)

Posted: Februari 23, 2010 in Gerakan, sepakbola
Tag:, , , ,

Saya “dihantui” pertanyaan mengapa para suporter begitu antusias memberikan dukungan kepada klub, pertanyaan itupun berlaku para diri saya sendiri. Saat saya menemani kru film dari salah satu kampus di Jogja membuat film dokumenter tentang supporter AREMA (Aremania), kami nememui beberapa kelompok suporter yang datang dari berbagai daerah yang secara geografis letaknya jauh dari Malang, tempat Arema berdiam.

Beragam komentar mereka, namun ada satu kesamaan pandangan, dukungan mereka untuk Arema Indonesia, salah satu klub sepakbola peserta Liga Indonesia 2010. Namun mengapa mereka rela jauh-jauh datang ke Malang  hanya utuk menonton? Padahal salah satu stasiun televisi menyiarkan secara langsung. Dimana mereka bisa santai menikmati tayangan televisi tanpa berlu berlelah–lelah dan bersusah payah hadir ke staion berpanas-panas, menunggu berjam-jam di dalam dan di luar stadion Kanjuruhan. Fakta yang hadir di lapangan, pertandingan antara Arema melawan Persebaya berlangsung pukul 19.00 (7 malam), namun sejak pukul 7 pagi lingkungan stadion sudah mulai dipenuhi supporter. Umumnya mereka mencari tiket menonton pertandingan yang saat hari-H harganya melambung tinggi, mencapai 2 kali lipat dari harga normal. (sebagai informasi, harga tiket pertandingan Arema termasuk yang paling tinggi).  Pukul 11 siang stadion telah dibuka, padahal pertandingan masih 8 jam lagi. Mereka rela berpanas-panas di dalam stadion menunggu pertandingan dimulai. Benar-benar fanatisme di luar nalar.

Di dalam stadion mereka sudah bernyanyi meneriakkan dukungan kepada klub kebanggan mereka. Panas matahari tak menghalangi mereka untuk tetap bertahan di dalam stadion. Setiap peristiwa kecil yang terjadi dalam stadion menjadi hiburan bagi mereka untuk mengatasi kejenuhan menunggu pertandingan dimulai. Setiap peristiwa yang terjadi di dalam stadion menjadi hiburan yang tidak akan diperoleh oleh para penonton pertandingan melalui siaran televisi. Kita bisa menyaksikan “atraksi” suporter  Arema berjender wanita (Aremanita) yang melompati pagar, beragam spanduk berisi himbauan dan dukungan diarak memutari stadion, perkenalan kelompok suporter lain, seperti: Pasoepati (Solo), LA Mania (Lamongan), suporter Persewangi (Banyuwangi) yang disambut tepuk tangan dari Aremania didalam stadion. Belum termasuk show dari Aremania yang datang dari berbagai wilayah, seperti Bali dan Jogja. Benar-benar menghibur dan membanggakan. Begitu para pemain Arema memasuki stadion, sambutan makin meriah, penonton segera menyanyikan lagu-lagu khas supporter sebagai bentuk dukungan total mereka terhadap klub kebanggaannya.

Saya membayangkan andai Indonesia bisa benar-benar bersatu tanpa melihat perbedaan yang ada. Melihat perbedaan sebagai sesuatu yang tidak untuk dipertentangkan namun, menjadi anugrah bahwa keberagaman itu indah bila kita dapat memakanainya dengan jiwa, seperti slogan khas Aremania, SALAM SATU JIWA. [ferry-meneerlondho]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s