MELAWAN INDIVIDUALISME DENGAN INDONESIAN BROTHERHOOD

Posted: Februari 4, 2010 in nasionalisme, Uncategorized
Tag:, , ,

Bisa jadi istilah yang saya gunakan, Indonesian Brotherhood keliru. Maklum istilah berikut tulisan ini saya buat saat saya mencoba memikirkan apa yang ditulis Stephen Sanderson mengenai analisis Durkheim dalam melihat peradaban barat yang cenderung mengarah pada individualisme. Mungkin itu yang kita rasakan saat kita mencoba menyatukan diri dengan realitas dunia masa kini. Sejenak saya berpikir apa yang bisa menjadi “lawan” atas kebangkitan individualisme. Sebelumnya, kita mesti berpikir apa yang keliru dengan individualisme? Bukankah kita hidup untuk menyejahterakan diri bukan orang lain? Saya teringat ketika Bung Karno dalam membangun kesadaran bersama untuk tujuan keselamatan manusia (kemanusiaan). Situasi pada masa itu merupakan masa dimana bangsa Indonesia sedang berjuang untuk mewujudkan revolusi Indonesia. Suatu keadaan yang menurut saya sedang kita hadapi juga pada saat ini.

Kembali saya teringat bagaimana Bung Karno mengeaskan bahwa didalam kepentingan umum (kepentingan bangsa dan negara) terdapat kepentingan individu. Artinya, setiap kepentingan warga bangsa dijamin oleh negara. Konsekuensinya, keberadaan negara untuk menjamin hak (dan kewajiban) warga Negara. Cukup jelas dan tegas bahwa pada dasarnya antara kepentingan pribadi  dan warga bangsa tidak ada pertentangan. Sebagai insan yang hidup dan ditempatkan di negeri ini, maka saya memperoleh penghidupan dari apa yang terkandung dan tercipta di dalamnya. Karena kita hidup tidak sendiri dan berada di wilayah yang bernama Indonesia, maka kehidupan kita tidak lepas dari aturan main yang ada dan berlaku.

Hidup manusia tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Dinamika manusia dalam kehidupan pada dasarnya mengarahkan dirinya kepada sesama. Karena kita hidup nama wadah Indonesia, maka dinamikanya mengarah pada masyarakat Indonesia dan secara luas masyarakat dunia. Dinamika manusia bertujuan pada poenyempurnaan diri pribadi, yang berarti juga penyempurnaan masyarakat.

Tapi dalam praktek, selalu terjadi pertentangan. Manusia sebagai individu yang oleh karena kejasmaniannya menciptakan batas dan rintangan social. Maka, mengutip dari tulisan Driyarkara bahwa manusia sebagai persona harus berjuang terus untuk mengalahkan individualitasnya. Individualitas tidak akan lenyap, jadi kesatuan antar manusia (termasuk masyarakat) merupakan perjuangan yang berlangsung terus menerus. Dalam konteks keindonesiaan, upaya terus menerus untuk melawan ego, individualitas yang menjangkiti sebagian manusia Indonesia maka perlu wujud persatuan dan kesatuan sebagai sesama manusia Indonesia. Persamaan tanpa mengesampingkan perbedaan sebagai warga bangsa dan Negara Indonesia perlu diikat dalam wujud persaudaraan sesama manusia Indonesia, Indonesian Brotherhood. Semoga anda dapat menangkap makna dan mewujudkannya.[fas]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s