PEDOMAN MENENTUKAN TINDAKAN

Posted: Desember 4, 2009 in Lingkungan

Pada tingkat pemahaman tertentu, cara pandang dipengaruhi oleh basis ideologi yang kita anut/yakini. Namun, tidak menutup kemungkinan, bahkan menjadi kecenderungan, cara pandang kita terhadap sesuatu hal dipengaruhi oleh apa yang ada dan terjadi di sekeliling kita.

Lingkungan kita hidup yang penuh dengan segala macam piranti sosial dan budaya membawa pengaruh bagi pola pikir kita selama ini. Bahwa perkembangan jaman dengan mengusung modernitas menjadi suatu yang tidak terelakkan. Arus informasi yang begitu deras, silih berganti menghampiri kita. Selanjutnya, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Proses memilih dan memilah menjadi hal yang semestinya kita lakukan sebelum menentukan sebuah keputusan. Data dan informasi yang kita terima menjadi pertimbangan dalam menentukan sebuah keputusan. Namun pertanyaan mendasarnya, apa yang menjadi pedoman utama dalam menentukan putusan dan pilihan tindakan?

Perspektif sistem memberikan kita pemahaman bahwa ada tigah hal mendasar yang menjadi unsur dari sistem, yaitu: input (masukan), proses, dan output. Apa yang saya kemukanan di awal tulisan, menggamabarkan bagaimana input menjadi arus awal yang mempengaruhi kita memasuki tahap selanjutnya. Kita dijelali oleh beragam informasi baik dari media, interaksi sosial, yang kita cari dengan sengaja maupun yang hadir tanpa dikehendaki. Disinilah memilih dan memilah menjadi tahapan yang saya gambarkan sebagai proses. Proses sebagai bagian dari sistem tidak berhenti pada kegiatan memilih dan memilah informasi saja. Proses dapat digambarkan sebagai dinamika bila kita memiliki pedoman utama sebagai dasar untuk menentukan tindakan. Dalam proses, ada kejadian atau peristiwa dimana kita akan dihadapkan pada beragam pilihan. Pilihan untuk menang atau kalah, dan benar atau salah. Namun dalam realitanya, kita akan menemui wilayah abu-abu yang ”mengaburkan” warna hitam dan putih. Disinilah sebenarnya pedoman utama yang kita yakini menjadi kekuatan terpenting untuk tidak ”terjebak” pada ruang berwarna abu-abu.

Kita selalu menghendaki kebenaran sejati dan kemenangan sejati. Output menjadi jawaban atas input dan proses yang berlangsung. Akhirnya kita akan melihat apa yang kita hasilkan selama ini melalui kedua tahap yang sudah kita lalui. Ketika out ang muncul jauh dari harapan, maka kita memiliki waktu mengevaluasi. Dan selanjutnya kita akan membenahinya agar sesuai dengan yang kita harapkan. Input, proses dan output merupakan siklus dan dinamis. Kita ditutunt untuk memiliki pemahaman yang utuh atas apa yang menjadi persoalannya. Pedoman utama tetap menjadi hal penting dan utama sebagai panduan kita menajalni siklus tersebut.[fas]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s