Dari Pengembangan Komunitas menuju Komunitas Berkelanjutan

Posted: November 25, 2009 in Lingkungan

Kita adalah manusia dengan hasrat yang tak terbatas, hidup di bumi yang sumber dayanya terbatas….(NG)

Pengembangan komunitas menjadi trend gerakan partisipatif di Indonesia. Komunitas menjadi basis bagi upaya mendorong masyarakat yang beragam latar belakang untuk berperan serta (menjadi subyek) dalam menentukan keputusan yang terbaik bagi mereka di lingkungan tinggalnya.

Komunitas terus berkembang dan dikembangkan oleh masyarakat sendiri maupun peran lembaga swadaya masyarakat. Sejauh ini peran pemerintah masih diharapkan karena kewenangan yang dimilikinya (dalam mengatur dan mengelola) memungkinkan untuk berkembangnya komunitas menjadi bukan sekedar berorientasi pada kuantitas namun kualitas. Penerjemahan kualitas sangat luas sejauh kemampuan dan kreativitas yang dimiliki oleh komponen pendukung komunitas.

Fakta perubahan lingkungan (bukan lagi sebatas isu, layaknya berita yang belum tentu kebenarannya) sepatutnya membawa kita pada perubahan cara pandang, cara berpikir dan cara bertindak yang adaptif dan peka terhadap perubahan. Gerakan yang bersifat dinamis menjadi kebutuhan bagi kehidupan manusia saat ini, bukan lagi berpangku tangan atau memnyerahkan diri pada mekanisme alam. Dimana perubahan yang terjadi pada alam dan lingkungan merupakan akibat dari cara pandang, cara berpikir dan bertindak manusia yang menjadi penguasa absolut.

Menuju ke arah perubahan paradigma akibat perubahan lingkungan, maka pengembangan komunitas menjadi salah satu cara yang dapat dipilih untuk dilakukan. Asumsinya, masyarakat belum mengetahui, mengerti dan memahami mengenai perubahan lingkungan yang terjadi. Sehingga tidak tahu bagaimana mesti bertindak. Atau masyarakat mengetahui, mengerti dan memahami sampai pada level permukaan namun belum pada tingkat yang mendalam sehingga belum muncul kesadaran kritis konstruktif atas apa yang terjadi.

Masyarakat diarahkan dan didampingi untuk mengetahui apa yang ada dan terjadi di lingkungannya. Dengan asumsi, mereka lebih mengetahui daripada kita yang mengarahkan dan mendampingi. Artinya, pengertian mengarahkan dan mendampingi tidak memposisikan kita sebagai orang yang maha tahu. Tapi lebih berperan sebagai fasilitator yang tugasnya memfasilitasi apa yang jadi penyebab atas ketidaktahuan masyarakat selama ini. Kita tidak berhak untuk mendikte apalagi mempengaruhi keputusan mereka untuk mengikuti kemauan kita. Mereka lebih mengetahui pada yang mereka miliki ketimbang kita.

Setelah masyarakat tahu, mengerti dan memahami maka akan ditentukan oleh mereka apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengelola lingkungannya. Tujuan jelas, agar tetap terawat dengan baik, lestari dan berkelanjutan. Warga Mbam mengorganisasi diri dan bertindak atas apa yang terjadi di lingkungannya dengan tujuan untuk mengurangi dampak terhadap krisis lingkungan yang terjadi. Caranya, mereka menggunakan oven tenaga matahari dan permakultur dalam usaha menyelamatkan hutan bakau. Apa yang dilakukan warga di Mbam, Senegal menjadi contoh bagaimana sebuah komunitas yang berkelanjutan. Tidak harus berwujud fasilitas atau material fisik seperti peralatan modern. Karena sebuah komunitas dikembangkan bukan untuk melanggengkan pasar baru yang memungkinkan terciptanya kembali ”penghisapan”. Dunia perlahan hancur akibat perilaku konsumtif dan tidak bertanggung jawab, lebih mengedepankan mengakumulasi keuntungan ketimbang memikirkan dan melakukan aksi untuk kesejahteraan bersama yang adil dan beradab. Saatnya kita melangkah, karena memang demikian tugas dan tanggung jawab kita di dunia dan di negeri yang dianugrahkan buat kita. [fas]

-jogja utara, sesudah tidur sore di hari yang sama dengan sesudah bangun pagi-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s