Merubah Paradigma Kita

Posted: November 23, 2009 in Uncategorized

Kroniknya konflik manusia vs satwa liar (utamanya gajah dan harimau) di zona penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan muara (outcome) dari kemerosotan kesetimbangan ekologi di sana

(Nurhaida, 2008).

Kutipan abstraksi dari penelitian yang dilakukan oleh Nurhaida, seorangpeneliti di bidang media penyuluhan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung membukakan mata hati kita (minimal mata hati saya) bahwa konflik antara manusia dan satwa menjadi persoalan serius. Ada perbedaan kepentingan dalam suatu wilayah, kemudian terjadi perselisihan. Begitulah kira-kira cara pandang konflik.

Karunia akal budi tidak selalu membawa kita pada pemahaman utuh mengenai keberadaan manusia di bumi. Ada tanggung jawab untuk memelihara dan merawat ketersediaan sumber daya dengan tidak menjadi musuh bagi sesama mahluk hidup.

Menjadi penting untuk memahami pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan melalui hubungan antara komponen lingkungan biofisik dan komponen lingkungan sosial-budaya. Hubungan yang terjadi berupa saling keterkaitan (interrelationship) dan saling ketergantungan (interdependency). Disinilah  pentingnya perubahan paradigma dari antroposentrisme ke ekosentrisme.[fas]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s